Powered By Blogger

Senin, 17 Januari 2011

PROPOSAL SKRIPSI

(Penelitian di Kelas VII dan VIII MTs As-Salam Peundeuy – Garut)

A.      Latar Belakang Masalah
            Pendidikan dapat di artikan sebuah proses dengan metode-metode tertentu. Sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan. (Muhibbin Syah, 2008: 10). Pendidikan dapat berlangsung secara informal dan non formal. Disamping secara formal seperti di sekolah, madrasah, dan institusi lainnya.
            Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 pasal 31 ayat 1 “setiap warga negara berhak mendapat pendidikan”, dan ayat 3 “pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan Undang-Undang. Untuk itu, seluruh komponen wajib mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan salah satu tujuan Negara Indonesia.
            Pendidikan merupakan proses yang amat penting didalam kehidupan individu dan masyarakat. Sebagian ahli pendidikan berpendapat bahwa sekolah merupakan salah satu pusat pendidikan. Karena sekolah merupakan lembaga yang diperuntukan secara khusus untuk pendidikan (Nana Syaodih Sukmadinata, 2009:14). Pada kenyataannya, terdapat banyak pusat pendidikan seperti keluarga, lingkungan, media massa, tempat ibadah dan lainnya yang berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap pendidikan dan pembentukan kepribadian individu. Sangatlah tepat jika pusat-pusat pendidikan mengadakan kerjasama demi terciptanya tujuan pendidikan.
            Keberhasilan belajar individu merupakan harapan dan tujuan setiap orang tua dan guru dan lebih jauh merupakan tujuan Pendidikan Nasional seperti yang termaktub dalam Undang-Undang RI No.20 tahun 2003: disebutkan sebagai berikut: “Pendidikan Nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab” (UU No.20 Sisdikna 2003:75)
            Belajar merupakan suatu proses yang menimbulkan terjadinya suatu perubahan atau pembaharuan dalam tingkah laku dan atau kecakapan. Sampai dimanakah perubahan itu dapat tercapai atau dengan kata lain, berhasil baik atau tidaknya belajar itu tergantung kepada macam-macam faktor. (Ngalim Purwanto 2007:102)
            Ngalim Purwanto (2007:102) membagi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi belajar menjadi dua golongan:
1.      Faktor individual (faktor kemetangan/pertumbuhan, kecerdasan, latihan, motivasi dan faktor pribadi).
2.      Faktor sosial (faktor keluarga, guru dan cara mengajarnya, alat-alat belajar mengajar, lingkungan dan motivasi sosial)
Muhibbin Syah (2008: 132) Secara global faktor-faktor yang dapat mempengaruhi belajar siswa dibedakan menjadi tiga macam.
1.      Faktor internal, yakni keadaan/kondisi jasmani dan rohani siswa.
2.      Faktor eksternal, yakni kondisi lingkungan sekitar siswa.
3.      Faktor pendekatan belajar, yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran.
Dari dua pernyataan diatas, penulis menarik kesimpulan bahwa salah satu faktor (faktor internal/individu) yang dapat mempengaruhi belajar siswa adalah motivasi.
Muhibbin Syah (2008: 136) mengatakan bahwa motivasi ialah keadaan internal organisme yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Selanjutnya Muhibbin Syah membedakan motivasi ini menjadi dua macam, yaitu: 1) motivasi instrinsik; 2) motivasi ekstrinsik. Motivasi instrinsik adalah hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorongnya melakukan tindakan belajar. Adapun motivasi ekstrinsik adalah hal dan keadaan yang datang dari luar individu siswa yang juga mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar.
Ngalim Purwanto (2007:73) mengartikan motivasi sebagai suatu usaha yang disadari untuk menggerakan, mengarahkan dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu.
Selain itu, M. Sobry Sutikno (2008: 75) mengatakan bahwa istilah motivasi berpangkal dari kata “motif” yang dapat di artikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Selanjutnya menurut Mc. Donald dalam Sudirman 1986 yang dikutif oleh M. Sobry Sutikno, motivasi adalah perubaha energy dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.
Sejalan dengan pendapat diatas, Uzer Usman (2009:28) Mengartikan motivasi sebagi suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu.
Adapun Abin Syamsudin (2007:37) mengatakan bahwa motivasi ialah suatu kekuatan (power) atau tenaga (forces) atau daya (energy); atau suatu keadaan yang kompleks dan kesiapsediaan dalam diri individu untu bergerak kea rah tujuan tertentu, baik disadari maupun tidak disadari.
Dari beberpa pengertian di atas, penulis menyimpulkan bahwa motivasi belajar siswa adalah dorongan yang datang dari dalam dan luar individu siswa untuk melakukan  kegiatan belajar baik disadari maupun tidak disadari sehingga dapat mencapai hasil atau tujuan pembelajaran.
            Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar mengajar, karena kegiatan belajar merupakan kegiatan proses dan prestasi merupakan hasil dari proses belajar. Sebagaimana pendapat Muhibbin Syah (2008: 141) bahwa didalam dunia pendidikan, prestasi merupakan hasil kerja yang dicapai siswa setelah sekian lama menempuh dan menerima pelajaran. Secara singkat Muhibbin Syah menyebutnya dengan kinerja akademik.
            Pada umumnya siswa mempunyai motivasi untuk belajar. Tinggi rendahnya motivasi belajar merupakan salah satu hal yang dapat berpengaruh dalam prestasi siswa. Apabila dalam kegiatan belajar siswa menunjukan motivasi yang tinggi, maka dapat dipastikan prestasi siswa akan baik. Begitupun sebaliknya jika seorang siswa motivasinya kurang dalam mengikuti pelajaran, pengaruhnya akan dapat dirasakan kurang baik dalam prestasi belajar mereka.
            Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di MTs As-Salam Peundeuy Kabupaten Garut, diperoleh informasi bahwa siswa kelas VII dan kelas VIII yang mengikuti pengajian di Pondok Pesantren An-Nur memiliki motivasi yang besar dalam mengikuti pengajian Kiatab Jurumiyah, hal tersebut dilihat dari kehadiran belajar, perhatian, pengabdian dan pengorbanan siswa dalam mengikuti pengajian tersebut.
            Namun pada kenyataan lain prestasi siswa pada bidang studi Bahasa Arab di sekolah rendah. Dari kenyataan tersebut menunjukan adanya suatu kesenjangan, disatu sisi motivasi siswa dalam mengikuti pengajian Kitab Jurumiyah sangat besar, sedangkan disisi lain prestasi siswa pada bidang studi Bahasa Arab rendah.
            Dalam kaitannya dengan permasalah di atas, maka timbulah keinginan untuk mengetahui bagaimana motivasi siswa dalam mengikuti pengajian Kitab Jurumiyah? Bagaimana prestasi kognitif siswa pada bidang studi Bahasa Arab? Dan bagaimana hubungan antara motivasi belajar siswa dalam mengikuti pengajian Kitab Jurumiyah dengan prestasi kognitif  mereka pada bidang studi Bahasa Arab?   
            Untuk menjawab pertanyaan di atas, maka penulis merumuskan judul sebagai berikut: “MOTIVASI SISWA DALAM MENGIKUTI PENGAJIAN KITAB JURUMIYAH HUBUNGANNYA DENGAN PRESTASI KOGNITIF MEREKA PADA BIDANG STUDI BAHASA ARAB”
            Sasaran penelitian ini, penulis batasi kepada aspek motivasi siswa dalam mengikuti pengajian Kitab Jurumiyah, sebagai variabel X dan prestasi kognitif siswa pada bidang studi Bahasa Arab sebagai variabel Y. Kedua variabel tersebut akan diteliti korelasinya, sehingga dimungkinkan ada jawaban yang signifikan hubungan antara motivasi dengan prestasi kognitif.
B.       Perumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat di ajukan rumusan masalah penelitian sebagai berikut:
1.        Bagaimana motivasi siswa dalam mengikuti pengajian Kitab Jurumiyah?
2.        Bagaimana prestasi kognitif siswa pada bidang studi Bahasa Arab?
3.        Bagaimana hubungan motivasi siswa dalam mengikuti pengajian Kitab Jurumiyah dengan prestasi kognitif mereka pada bidang studi Bahasa Arab?
C.      Tujuan Penelitian
            Sesuai batasan masalah di atas, penulis rumuskan pula tujuan penelitian sebagai berikut:
1.        Untuk mengetahui motivasi siswa dalam mengikuti pengajian kitab Jurumiyah
2.        Untuk mengetahui prestasi kognitif siswa pada bidang studi Bahasa Arab
3.        Untuk mengetahui hubungan motivasi siswa dalam mengikuti pengajian Kitab Jurumiyah dengan prestasi kognitif mereka pada bidang studi Bahasa Arab
D.      Kerangka Pemikiran
            Muhibin Syah (2008: 136) motivasi ialah keadaan internal organisme yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Selanjutnya Muhibbin Syah membedakan motivasi ini menjadi dua macam, yaitu: 1) motivasi instrinsik; 2) motivasi ekstrinsik. Motivasi instrinsik adalah hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorongnya melakukan tindakan belajar. Adapun motivasi ekstrinsik adalah hal dan keadaan yang datang dari luar individu siswa yang juga mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar.
Ngalim Purwanto (2007:73) mengartikan motivasi sebagai suatu usaha yang disadari untuk menggerakan, mengarahkan dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu.
Selain itu, M. Sobry Sutikno (2008: 75) mengatakan bahwa istilah motivasi berpangkal dari kata “motif” yang dapat di artikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Selanjutnya menurut Mc. Donald dalam Sudirman 1986 yang dikutif oleh M. Sobry Sutikno, motivasi adalah perubaha energy dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.
Sejalan dengan pendapat diatas, Uzer Usman (2009:28) Mengartikan motivasi sebagi suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu.
Adapun Abin Syamsudin (2007:37) mengemukakan bahwa motivasi ialah suatu kekuatan (power) atau tenaga (forces) atau daya (energy); atau suatu keadaan yang kompleks dan kesiapsediaan dalam diri individu untu bergerak kea rah tujuan tertentu, baik disadari maupun tidak disadari.
Dari beberpa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah dorongan yang datang dari dalam dan luar individu siswa untuk melakukan  kegiatan belajar baik disadari maupun tidak disadari sehingga dapat mencapai hasil atau tujuan pembelajaran.
Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Motivasi sangat diperlukan dalam dalam kegiatan belajar, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar (M. Sobry Sutikno, 2008:76)
Dalam presfektif kognitif, motivasi yang lebih signifikan bagi siswa adalah motivasi instrinsik karena lebih murni dan langgeng serta tidak bergantung pada dorongan atau pengaruh orang lain. Dorongan mencapai prestasi dan dorongan memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk masa depan, umpamanya, memberi pengaruh lebih kuat dan relatif lebih langgeng dibandingkan dengan dorongan hadiah atau dorongan keharusan dari orang tua dan guru (Muhibbin Syah, 2008:137)
            Keberhasilan mencapai tujuan pendidikan dapat diketahui melalui prestasi yang diperoleh siswa. Prestasi menjadi tolak ukur dan target yang ingin dicapai dalam penyelenggaraan pendidikan. Salah satu diantaranya ialah prestasi kognitif.
                        Muhibbin Syah (2008: 141) mengatakan bahwa prestasi adalah hasil kerja yang dicapai siswa setelah sekian lama menempuh dan menerima pelajaran. Secara singkat Muhibbin Syah menyebutnya dengan kinerja akademik.
            Ngalim Poerwanto (2007: 28) memberikan pengertian prestasi belajar yaitu “hasil yang dicapai oleh seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan dalam raport.”
            Adapun Winkel (1996: 162) mengatakan bahwa prestasi belajar adalah “suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan soerang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya.
Dalam mengungkapkan hasil belajar (prestasi) yang dicapai siswa, Bloom mengemukakan tiga tipe hasil belajar, antara lain: Tipe hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotor (Nana Sudjana, 1989:50).
Istilah kognitif berasal dari cognition, yaitu perolehan, penataan dan penggunaan pengamatan. Ranah ini berdomisili di otak dan juga berhubungan dengan konasi dan afeksi (Muhibbin Syah, 2008: 83).
            Dengan demikian prestasi kognitif merupakan hasil atau bukti yang dicapai oleh seorang siswa dalam usaha belajarnya yang bertumpu pada ranah cipta yang berpusat di otak atau intelegensi.
            Karena ranah kognitif merupakan ranah psikologis yang terpenting, maka dalam penelitian ini penggalian potensi belajar akan dipokuskan pada tipe prestasi kognitif. Muhibbin Syah (2008: 151) menjelaskan bahwa indikator pretasi belajar bidang kognitif meliputi: pengamatan, ingatan, pemahaman, penerapan, analisis dan sintesis.
            Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka dapat dijelaskan bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima, menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoeh dalam proses belajar mengajar. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Hasil dari evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi rendahnya prestasi belajar siswa.
            Untuk menjelaskan kerangka pemikiran dalam penelitian, maka penulis menggambarkan secara skematis sebagai berikut:


KORELASI

 
SKEMA KERANGKA PEMIKIRAN
      


 
















E.       Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara yang dirumuskan atas dasar terkaan atau conjecture peneliti. Namun demikian, meskipun keberadaan hipotesis adalah kesimpulan terkaan, terkaaan tersebut harus didasarkan pada acuan, yakni acuan dan fakta ilmiah. (Yaya Suryana dan Tedi Priatna, 2009: 150)
Dalam penelitian ini penulis ajukan hipotesis alternatif (Ha) dan hipotesis nol (Ho) sebagai berikut:
-            Ha : rxy = 0 yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara variabel X dengan variabel Y.
-            Ho : rxy = 0 yaitu tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel X dengan variabel Y.
F.       Langkah-langkah Penelitian
                Penelitian tentang motivas siswa dalam mengikuti pengajian kitab jurumiyah dan prestasi kognitif siswa pada bidang studi bahasa arab ini dilakukan langkah-langkah pengumpulan, pengolahan dan analisis data sebagai berikut:
1.        Menentukan Jenis Data
Data yang akan diteliti terdari dari jenis data kualitatif, setelah dilakukan kuantifikasi data. Karena kedua variabel penelitian ini masing-masing berjenis data kualitatif yaitu data yang berupa fenomena, gejala-gejala, yang terjadi di lapangan, tentang motivasi dan belajar siswa. Sedang jenis data kuantitatif berupa angka-angka, skor atau nilai untuk perhitungan statistik.
2.        Sumber Data
a.     Lokasi Penelitian
MTs As-Salam Desa Peundeuy Kec. Peundeuy Kab. Garut dijadikan sebagai tempat penelitian karena disinilah penulis menemukan permasalahan dan disamping itu juga dekatnya lokasi sekolah dengan tempat tinggal penulis, sehingga penulis dapat dengan mudah dalam penggalian datanya secara akurat.
b.    Populasi dan Sampel
Populasi atau population menurut bahasa sama dengan penduduk atau orang banyak, bersifat umum (universe). Menurut Sedarmayanti yang dikutif oleh Yaya Suryana dan Tedi Priatna (2009: 175) populasi adalah himpunan keseluruhan karakteristik dari objek yang diteliti, populasi juga merupakan totalitas atau keseluruhan objek psikologis yang dibatasi oleh kriteria tertentu. Dan Suharsimi Arikunto (2005:130) menjelaskan bahwa populasi adalah keseluruhan subjek penelitian.
Sampel adalah bagian dari anggota populasi yang dijadikan subjek penelitaian. Untuk menentukan jumlah sampel ini, mengacu kepada pendapat Suharsimi Arikunto (2005: 107) yaitu untuk sekedar ancer-ancer maka apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik di ambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah subjeknya besar dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih.
Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa populasi adalah keseluruhan jumlah objek yang akan diteliti, sedangkan sampel adalah bagian dari anggota populasi. Mengingat populasinya kurang dari 100, maka dilakukan penarikan sampel semua dari jumlah populasi  yaitu 40 orang siswa. Adapun objek penelitiannya adalah siswa kelas VII dan VIII yang mengikuti pengajian Kitab Jurumiyah di Pondok Pesantren An-Nur.
Tabel 1
Jumlah Populasi di MTs As-Salam
Kecamatan Peundeuy Kabupaten Garut
Populasi
Jumlah
L
P
26
14
40

3.        Langkah-langkah Penelitian
Untuk menganalisis data, hasil penelitian dilakukan langkah-langkah :

a.     Kuantifikasi Data
Yaitu langkah pengolahan data angket yang berasal dari data mentah (kuantitatif) untuk diubah kepada data buku (kuantitatif), dengan cara member skor/bobot nilai kepada setiap alternatif jawaban sebagai berikut: alternatif jawaban a diberi nilai 5, jawaban b diberi skor 4, jawaban c diberi skor 3, jawaban d diberi nilai 2 dan alternatif diberi skor 1.
b.    Analisis Parsial
Analisis parsial adalah analisis yang digunakan untuk mendalami dua variabel, yaitu variabel X (motivasi siswa dalam mengikuti pengajian kitab jurumiyah) dan variabel Y (prestasi kognitif pada bidang studi bahasa arab). Analisis parsial ini dilakukan pada tiap-tiap indikator dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1)   Mencari nilai rata-rata variabel X
Keterangan:
Mx               = mean yang dicari
        = jumlah dari hasil perkalian antara midpoint dari masing-masing interval, dengan frekuensinya
N                 =  Jumlah responden
                                                                                                (Anas Sudjino, 2007:85)
                     Menginterpretasikan nilai rata-rata yang dihasilkan dengan berdasarkan  identitas terhadap skala nilai sebagai berikut:
0,5 – 1,5 ; ditafsirkan sangat rendah
1,5 – 2,5 ; ditafsirkan rendah
2,5 – 3,5 ; ditafsirkan sedang
3,5 – 4,5 ; ditafsirkan tinggi
4,5 – 5,5 ; ditafsirkan sangat tinggi
2)   Mencari nilai rata-rata variabel Y
Interpretasi nilai rata-rata dan skor mentah pada skala nilai di wawah ini:
Skala 1 – 10
Skala 10 – 100
Kategori
8 – 10
80 – 100
Sangat baik
7 – 9
70 – 79
Baik
6 – 6,9
60 – 69
Cukup
5 – 5,9
50 – 59
Kurang
0 – 4,9
0 - 49
Gagal
                                                                 (Muhibbin Syah, 2008:153)
c.     Normalitas Data
Normalitas berfungsi untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam kelompoknya, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1)        Membuat daftar distribusi frekuensi data kelompok
Distribusi adalah penyaluran, pembagian atau pancaran. Dalam statistik distribusi frekuensi adalah suatu keadaan yang menggambarkan bagaimana frekuensi dari gejala atau variabel yang dilambangkan dengan angka itu, telah tersalur, terbagi, atau terpancar (Anas Sudjino, 2007:38). Untuk pembuatannya dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a)      Menentukan rentang atau range (R)
R = H – L + 1
Keterangan:
R        = range (rentang)
H        = highest secore (nilai tertinggi)
L        = lowest secore (nilai rendah)
I         = bilangan konstan
                                                           (Anas Sudjino, 2007:144)
b)      Mencari kelas interval
   Banyak kelas sering bias diambil paling sedikit 5 kelas dan paling banyak 15 kelas, dipilih menurut keperluan.
K= 1=(3,3) log n
                                                                       (Sudjana, 1989:47)
c)      Menentukan panjang kelas interval (P)
                                                                       (Sudjana, 1989:47)
2)        Uji tendensi sentral
a)    Mencari mean (=eks garis)
                                                                       (Sudjana, 1989:47)
b)    Menentukan modus (Mo)
                        Keterangan:
b               =  batas bawah kelas modal, ialah kelas interval dengan frekuensi terbanyak
p               =   panjang kelas modal
b1             = frekuensi kelas modal dikurangi frekuensi kelas interval dengan tanda kelas yang lebih kecil sebelum tanda kelas modal
b2             =   frekuensi kelas modal dikurang kelas interval dengan tanda kelas yang lebih besar sesudah tanda kelas modal.
                                                                        (Sudjana, 2005:77)
c)    Menentukan nilai median (Me)
Keterangan:
b               : batas bawah kelas median, ialah kelas dimana median akan terletak
p               : panjang kelas median
n               : ukuran sampel atau banyak data
F              : jumlah semua frekuensi dengan tanda kelas lebih kecil dari tanda kelas median
f                : frekuensi kelas mendian
                                                                        (Sudjana, 2005:79)
3)        Mencari standar deviasi (s2)
                                                                        (Sudjana, 2005:79)
a)      Menghitung chi kuadrat (x2 hitung)
                                                                        (Sudjana, 2005:79)
b)      Menentukan derajat kebebasan (dk)
dk = K – 3
                                                                        (Sudjana, 2005:79)
c)      Menentukan nilai x2 tabel dengan taraf signifikasi 5%
d)     Pengujian normalitas dengan ketentuan:
-       Jika data x2 hitung < x2 daftar, maka berdistribusi normal.
-       Jika data x2 hitung > x2 daftar, maka berdistribusi tidak normal
d.    Analisis Korelasi dan regresi
Analisis korelasional di arahkan untuk mengetahui pengaruh variabel X terhadap variabel Y, yakni hubungan motivasi belajar siswa pada pengajian kitab jurumiyah di pesantren dengan prestasi belajar mereka pada mata pelajaran bahasa arab di sekolah. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
1)      Menentukan persamaan regresi linear
                                                                              (Sudjana, 2005:315)
2)      Menguji linearitas regresi, dengan langkah-langkah:
a)      Jumlah kuadrat regresi a (JKa)
                                                                        (Subana, 2005:162)
b)      Jumlah kuadrat regresi b terhadap a (JKba)
                                                                        (Subana, 2005:163)
c)      Jumlah kuadrat residu (JKr)
                                                                        (Subana, 2005:163)
d)     Kuadrat kekeliruan (JKKK)
                                                                        (Subana, 2005:163)
e)      Derajat kebebasan kekeliruan (dbKK)
dbkk = n – k
                                                                        (Subana, 2005:163)
f)       Derajat kebebasan ketidak cocokan (dbTC)
DbTC = k – 2
                                                                        (Subana, 2005:163)
g)      Jumlah derajat ketidak cocokan (JKTC)
JKrc = JKr – JKKK
                                                                                                (Subana, 2005:163)
h)      Rata-rata kuadrat kekeliruan (RKKK)
                                                                        (Subana, 2005:162)
i)        Rata-rata kuadrat ketidak cocokan (RKTC)
                                                                        (Subana, 2005:163)
j)        F ketidak cocokan (FTC)
                                                                        (Subana, 2005:164)
k)      Pemeriksaan linearitas regresi, deengan kriteria:
Jika F TC < F table, maka regresi linear
Jika F TC > Ftabel, maka regresi tidak linear

3)      Mencari nilai koefisiensi korelasi
a)      Apabila kedua variabel berdistribusi normal dengan regresi linear, maka digunakan rumus product moment. Dengan rumus:
Keterangan:
rxy             = angka indeks korelasi
N               = responden
∑XY         = jumlah hasil perkalian antara skor X dan skor Y
∑X                        = jumlah seluruh skor X
∑Y                        = jumlah seluruh skor Y
                                                                              (Subana, 2005:148)
b)      Apabila salah satu kedua variabel berdistribusi tidak normal atau regresinya tidak linear, maka dicari koefisien korelasi menggunakan pendekatan sperman (koefisien rank).
Keterangan:
p (rho)      = angka indeks korelasi tata jenjang
6&1          = bilangan konstan (tidak boleh diubah)
D              = difference, yaitu perbedaan antara urutan skor pada variabel pertama (R1) dan urutan skor pada variabel kedua (R2); jadi D = R1 – R2.
n               = responden
                                                            (Anas Sudjiono, 2007:232)
4)      Uji hipotesis (signifikasi koefisien korelasi)
                                                                              (Sudjana, 2005:380)
5)      Memmbandingkan t hitung dengan harga t tabel
Hipotesis diterima jika t hitung > t table
Hipotesis ditolak jika t hitung < t tabel
6)      Menghitung t table dengan menggunakan taraf signifikasi 5%
Adapun untuk mengetahui kadar korelasi, akan diidentifikasi oleh tingkat kualifikasi korelasi sebagai berikut:
0,00 – 0,20 = korelasi rendah sekali;
0,20 – 0,40 = korelasi rendah;
0,41 – 0,70 = korelasi sedang;
0,71 – 0,90 = korelasi tinggi;
0,90 – 1,00 = korelasi sangat tinggi.
                                                                                    (Anas Sudjino, 2007:193)